i.telon denpasar

// Hanya bagian “satu dan lain hal”//

"Ga papa, ini karena…satu dan lain hal"

"satu dan lain hal" dan karena itu saya :

  1. Sudah jarang menggunakan tangan untuk sketching lagi. Padahal keinginan saya selalu menggebu saat melihat handrawing. Kenapa???? karena “satu dan lain hal”
  2. Sudah jarang lagi mengingat Tuhan. Padahal setiap saya berdiam diri merenung tanpa melakukan apa-apa, saya selalu teringat Tuhan dan rindu sekali menyapa dan merasakan rasa nyaman berdialog dengannya. Kenapa???? karena “satu dan lain hal”
  3. Kerap kali marah, apatis, tak menghargai, nyirnyir, dan lebih banyak diam kepada semua hal dan semua orang. Padahal saya rindu sekali membuat orang tersenyum dengan bantuan yang saya berikan. Penting tak penting. Kenapa???? karena “satu dan lain hal”
  4. Tak pernah lagi antusias terhadap sesuatu yang menarik lalu menyesal saat kembali ke jaman lama melihat apa saja dulu yang pernah saya lakukan dengan antusiasme selalu berbuah hasil mengagumkan. Kenapa???? karena “satu dan lain hal”
  5. Terlupa untuk bersyukur, atas apa yang saya punya….apa yang dulu saya inginkan dan berhasil diraih sekarang. Saya terlupa untuk kembali ke masa dimana hal kecil menjadi cita-cita dan saat saya ada di sini sekarang…saya lupa bersyukur. Kenapa???? karena “satu dan lain hal”

Numeral ini takkan habis untuk menghitung “satu dan lain hal” yang saya gadang-gadangkan sebagai penyebab kenapa ada rasa selalu kekurangan di tengah situasi berlebihan seperti sekarang ini.

jadi apa “satu dan lain hal”???? tak ada…

Saya hanya terlalu lama mendongak melupakan manisnya sebuah proses. Tak berarti hidup saya lebih menyedihkan dari yang dulu….hanya saja ini proses dimana matisuri tidak merasakan apa-apa dulu… lalu (semoga) bangkit kembali menjadi pribadi yang “mau mulai lagi”. Pribadi yang lebih baik adalah side effect saja. Yang penting mau mulai dulu :)

Lalu sekarang??? apa yang harus saya lakukan???

Dimulai dengan satu lalu diikuti dengan lain hal. Ada banyak cara untuk memulai. Tinggal pilih yang mana dulu. Bukan begitu ??? :)


Dilantunkan dengan teriakan pelan om morrissey yang kabarnya berhasil dibuat mampir ke indonesia.

Makin terasa maknanya saat lagu ini berdendang di kantor #SelfLaughing

Dilantunkan dengan teriakan pelan om morrissey yang kabarnya berhasil dibuat mampir ke indonesia.

Makin terasa maknanya saat lagu ini berdendang di kantor #SelfLaughing

// Indahnya Doa dalam lagu………Lalu Masihkah kita beralasan sulit melafalkan doa saat Yang Kuasa menguasai bahasa apa saja bahkan tanpa kita berbicara???//

Pada saatnya nanti
Tak bisa bersembunyi
Kitapun menyesali, kita merugi
Pada siapa mohon perlindungan
Debu-debu berterbangan

Efek Rumah Kaca _ Debu-Debu Beterbangan

Terjaring jejaring sosial

Belakangan saya sibuk menggarap soc med baru untuk akun tiaphari design. Seperti layaknya hubungan…pendekatan itu lebih bikin sumringah ketimbang sudah jadian. Yang lama terlupakan karena yang baru. 

Tumblr ini dibuat dikala tumblr sudah tak seheboh dulu lagi, terkategori tertinggal. Tapi saya butuh pelampiasan untuk menulis, cerita, grumpy dan mengotori web dengan tulisan yang kadang kala lebih mengarah ke keluhan dan cibiran… Memang benar, mencibir itu pekerjaan paling mudah menurut saya *tawaSatire. Dan tak perlu jadi pemerhati media online untuk tahu bahwa tumblr pun ter-acuhkan saat saya menemukan mainan baru untuk dioprek.

Tersebutlah twitter…ini akun kdua saya setelah satu akun twitter pribadi. Berangkat dari berkembangnya kemauan (tanpa orderan) hasrat design dari kami di tiaphari, maka lahirlah akun tak penting membahas design dengan bahasa sok melucu dan belagak hipster plus satronan galau agar lebih menjamah pasar. Intinya, kami ingin jualan, kami ingin orang lebih tau bahwa kami ada untuk diorder. *lagi-lagiTawaSatire

Menjabat sebagai salah satu marcomm yang pernah meng-admin-i akun perusahaan dimana kami bekerja, membuat saya paling tidak tahu sedikit banyak trik mendapat perhatian dari para follower. Sebut saja avatar gratis, program2 retensi, promo2 yang dibalut program melucu dan balasan mention sok manis. Semua itu saya lakukan demi mendapat perhatian. Sebetulnya attention whore itu acap kali digaung2kan untuk mereka yang haus perhatian dengan mengatakan dirinya jelek agar teman2nya mengatakan sebaliknya dan terekspose di soc med,….apabila akun tiaphari masuk kategori seperti itu, tak apalah….kami jualan meskipun di emperan. Twitter adalah pasar di mata saya. Literally pasar, banyak yang lalu lalang dengan keluhan, statement pamer, update berita, cibiran, empati simpati, info penting dsb. 

Dampak twitter memang cepat dan mudah sekali tersebar. namun semacam band baru dengan one hit wonder…cepat terkenal, cepat pula terlupakan.

Saya sadar sepenuhnya bahwa meng-admin-i sebuah akun itu bukan perkara gampang. Lihat saja saya yang tak berapa minggu sudah turun performa untuk meraih apa yang mereka katakan dengan istilah “konsistensi”…. Lagi-lagi ini masalah bagaimana mengatur waktu saat sebagian nyawa terperkosa pekerjaan di kantor, tertumbangkan oleh cuaca, terseduce buaian2 kemalasan dan lain-lain.

Semoga saya jadi mereka2 yang bangkit dengan to do list nya, mennjadikan ini kebiasaannya dan yg terpenting merealisasikannya. Anggaplah saya ABG yang sedang doyan2nya ngatain petir sampai suatu saat petir itu sendiri yang menyambar. Tunggu ditampar. 

Well its all about process (lagi2). 

Tunggu update-an tumblr ini. Apakah saya disambar petir dan terjerembab masuk ke dasar jurang ( which is sial sekali) atau saya cukup pintar untuk membawa penangkal petir dan berdiri gagah diatas atap (heroic sekali)

Semoga dan semoga kata semoga tak berhenti di semoga.

Selamat datang di dunia wirausaha kawan. Tak Kerja, Tak Makan.

Tinggal pilih, makan murah + enjoy bersama teman2 atau makan mewah tak bebas dengan bos2 :)) *tertampar

Baik-baiklah dengan saya twitter. Sebelum kau kubesarkan dengan baik, semoga tak ada mahluk lain yang tega menggoda di tengah perjalanan kita.

_salam hangat tiaphari_

designersof:

“Twenty Four Hours” - Joy Division | Flickr: JordanBSach

designersof:

“Twenty Four Hours” - Joy Division | Flickr: JordanBSach


POLYESTER EMBASSY

Indie ini pertama kali diutarakan oleh seseorang (sahabat sekaligus pacar) kepada saya dengan range “bagus menuju lumayan”. Beliau menceritakan jaman magang kuliahnya dulu di bandung, band indie pernah berjaya di masanya (ini cerita yang saya ingat, entahlah nanti kalau ternyata salah menangkap makna cerita). Lagu yang diperdengarkan saat itu adalah polypanic room. Sekali dengar intronya dan saat masuk vokal, saya langsung tertarik.
Lalu mulailah pencarian mas-mas polyester ini di unduhan gratis (tipikal mental muda mudi indonesia). Saat itu di album tragicomedy kebetulan donlotan yang saya temukan tak full menyajikan seluruh tracknya. Adalah blue flashing light, orange is yellow dan the answer is no. Sedikit kecewa namun permakluman muncul mengingat ini GRATISAN!
2011 PE muncul kembali setelah album 2006 tragicomedy. 5 tahun dan Fake/Faker dengan cover kuning saya temui promonya di twitter (hail twitter). Cari-Cari gratisan, ternyata belum ada. Kemudian Provoke music sampler #1 berbaik hati mengemas dalam album kompilasinya (yang brilliant plus cover pink khas waw baw) bersamaan dengan angsa serigala, deu galih, CUTS dll.
Space Travel Rock and Roll…….rame sekali, noise sekali, absurd tapi harmonis. diulang berkali-kali dan semakin suka. Menggebu-gebulah hasrat untuk googling dan berharap ada yang khilaf lalu mempost satu album untuk di donlot. Namun ternyata tak sekhilaf itu. Dengan hasil nihil, saya menghubungi teman yang juga suka music indie dan lagi-lagi berharap dia ada CD atau kalau beruntung link donlot full albumnya???? namun tak ada juga
Okelah cukup puas dengan 1 lagu medley di provoke. Dan beberapa bulan kemudian, Dengan kelapangan dada yang post atau kerelaan PE sendiri, full albumnya sudah tersedia di donlotan-donlotan illegal terdekat. Seringai jahat namun senang khas tukang bajak terpancar di wajah saya.
GA RUGI!!!!!!! itu respon setelah album fake/faker saya dengarkan sealbum. Suka dan coba memperkenalkan lagu ini ke kolega-kolega yang sejenis, ada yang sepaham ada juga yang tidak (kebanyakan “tidak” sejujurnya) namun peduli setan. Saya suka, suka pada pendengaran pertama sampai sekarang. Lalu saya berada di satu titik menyesal tak membeli albumnya. Bukan menyesal karena merasa bersalah lagunya oke tapi hasil ngebajak, terlebih karena takut menyesal nanti tak sempat mengenalkan dan mewariskan music genius di jaman ini ke anak cucu saya kelak.
Ayolah nanti akan mampir beli CDnya!!!!!!!! *mengepalkantangan (ini adalah niat dari sekian ribu niat yang terlupakan dan terlampau diniati di bibir saja sampai-sampai jarang tercapai)
Hari ini, saya googling untuk lihat wajah-wajah personelnya. Dan terbukti, lebih baik tertarik kepada musiknya dibandingkan kejumawaan menyombongkan tampang-tampang band kesukaan, atau kejumawaan menunjukan anda fans sejati dengan hapal semua nama personel sampe warna kesukaannya, ataupun mention berkali-kali di twitter dan bangga kalo mentionnya di RT atau dibalas dan lain sebagainya dan lain sebagainya.
Dilepaskan dari fanatisme band buta, saya menyukai musik dan nada-nadanya lebih dari apapun. Dan lebih baik mengetahui mereka sebatas musiknya saja. Ketahuilah, jika anda mengidolakan seseorang/sesuatu….saat anda tau lebih banyak daripada hal yang pertama kali anda senangi….suatu saat nanti, anda akan menyesal mengetahuinya.
Idola…cukuplah jadi idola :)
Terima kasih PE
Semoga album-album selanjutnya lebih bagus, lebih berirama atau jika produser mainstream memaksa kalian mendayu, tolonglah kami dengan berhenti saja sampai disini :)
Jayalah musik indonesia *khasTVRI

POLYESTER EMBASSY

Indie ini pertama kali diutarakan oleh seseorang (sahabat sekaligus pacar) kepada saya dengan range “bagus menuju lumayan”. Beliau menceritakan jaman magang kuliahnya dulu di bandung, band indie pernah berjaya di masanya (ini cerita yang saya ingat, entahlah nanti kalau ternyata salah menangkap makna cerita). Lagu yang diperdengarkan saat itu adalah polypanic room. Sekali dengar intronya dan saat masuk vokal, saya langsung tertarik.

Lalu mulailah pencarian mas-mas polyester ini di unduhan gratis (tipikal mental muda mudi indonesia). Saat itu di album tragicomedy kebetulan donlotan yang saya temukan tak full menyajikan seluruh tracknya. Adalah blue flashing light, orange is yellow dan the answer is no. Sedikit kecewa namun permakluman muncul mengingat ini GRATISAN!

2011 PE muncul kembali setelah album 2006 tragicomedy. 5 tahun dan Fake/Faker dengan cover kuning saya temui promonya di twitter (hail twitter). Cari-Cari gratisan, ternyata belum ada. Kemudian Provoke music sampler #1 berbaik hati mengemas dalam album kompilasinya (yang brilliant plus cover pink khas waw baw) bersamaan dengan angsa serigala, deu galih, CUTS dll.

Space Travel Rock and Roll…….rame sekali, noise sekali, absurd tapi harmonis. diulang berkali-kali dan semakin suka. Menggebu-gebulah hasrat untuk googling dan berharap ada yang khilaf lalu mempost satu album untuk di donlot. Namun ternyata tak sekhilaf itu. Dengan hasil nihil, saya menghubungi teman yang juga suka music indie dan lagi-lagi berharap dia ada CD atau kalau beruntung link donlot full albumnya???? namun tak ada juga

Okelah cukup puas dengan 1 lagu medley di provoke. Dan beberapa bulan kemudian, Dengan kelapangan dada yang post atau kerelaan PE sendiri, full albumnya sudah tersedia di donlotan-donlotan illegal terdekat. Seringai jahat namun senang khas tukang bajak terpancar di wajah saya.

GA RUGI!!!!!!! itu respon setelah album fake/faker saya dengarkan sealbum. Suka dan coba memperkenalkan lagu ini ke kolega-kolega yang sejenis, ada yang sepaham ada juga yang tidak (kebanyakan “tidak” sejujurnya) namun peduli setan. Saya suka, suka pada pendengaran pertama sampai sekarang. Lalu saya berada di satu titik menyesal tak membeli albumnya. Bukan menyesal karena merasa bersalah lagunya oke tapi hasil ngebajak, terlebih karena takut menyesal nanti tak sempat mengenalkan dan mewariskan music genius di jaman ini ke anak cucu saya kelak.

Ayolah nanti akan mampir beli CDnya!!!!!!!! *mengepalkantangan (ini adalah niat dari sekian ribu niat yang terlupakan dan terlampau diniati di bibir saja sampai-sampai jarang tercapai)

Hari ini, saya googling untuk lihat wajah-wajah personelnya. Dan terbukti, lebih baik tertarik kepada musiknya dibandingkan kejumawaan menyombongkan tampang-tampang band kesukaan, atau kejumawaan menunjukan anda fans sejati dengan hapal semua nama personel sampe warna kesukaannya, ataupun mention berkali-kali di twitter dan bangga kalo mentionnya di RT atau dibalas dan lain sebagainya dan lain sebagainya.

Dilepaskan dari fanatisme band buta, saya menyukai musik dan nada-nadanya lebih dari apapun. Dan lebih baik mengetahui mereka sebatas musiknya saja. Ketahuilah, jika anda mengidolakan seseorang/sesuatu….saat anda tau lebih banyak daripada hal yang pertama kali anda senangi….suatu saat nanti, anda akan menyesal mengetahuinya.

Idola…cukuplah jadi idola :)

Terima kasih PE

Semoga album-album selanjutnya lebih bagus, lebih berirama atau jika produser mainstream memaksa kalian mendayu, tolonglah kami dengan berhenti saja sampai disini :)

Jayalah musik indonesia *khasTVRI

9 tirai kantor by ~TIAPHARIdesign
Sanis LarasatiTIAPHARI Scrap Artwork is “curtain”lyBackground : Office curtain take by i phone 3G,sosoc_alite application in 9 shoot setting.Pixlromatic anne effectTypo : Photoshop cs3 > text, and fill layertag : 9 Curtain

9 tirai kantor by ~TIAPHARIdesign

Sanis Larasati
TIAPHARI Scrap Artwork is “curtain”ly

Background : 
Office curtain take by i phone 3G,
sosoc_alite application in 9 shoot setting.
Pixlromatic anne effect

Typo : Photoshop cs3 > text, and fill layer

tag : 9 Curtain

there is a light that never goes out by ~TIAPHARIdesign
Background : Room Lights take by i phone 3G,Computer screen light for the object,sosoc_alite application in 9 shoot setting.Typo : Photoshop cs3 > blur effect, and layertag : There is a light that never goes out_the smiths

bahasa diatas itu saya post di FB dan ada yang comment bahasa DKVnya berat amat *boobsspeaking
jadi sebenernya stepnya begini (saya copas dari twitter saya saja, males lagi ngulang nulis :p)

3 Step mudah TIAP HARI scrap artwork kali ini > de”light”full 
01. Ambil i phone, Pk aplikasi sosoc alite, matiin lampu kamar,idupin tv, setting aplikasi jd 9 shoot. Gerak2in hp smp 9 take
02. transfer foto ke photoshop, mulai dgn pk pen tool, set brush di faux arp, tulis semaunya, add effect blur, tumpuk layer
03. ambil quote lagu yang anda senangi. itu saja…dan voila *nunjukin komputer sambil busungin dada ky farah quinn 

saya pake hastag #instancam
kalau-kalau ada yang mau follow 
*blushing
*fakirfollower
SELAMAT MENCOBA! :)

there is a light that never goes out by ~TIAPHARIdesign

Background : 
Room Lights take by i phone 3G,
Computer screen light for the object,
sosoc_alite application in 9 shoot setting.

Typo : Photoshop cs3 > blur effect, and layer

tag : There is a light that never goes out_the smiths

bahasa diatas itu saya post di FB dan ada yang comment bahasa DKVnya berat amat *boobsspeaking

jadi sebenernya stepnya begini (saya copas dari twitter saya saja, males lagi ngulang nulis :p)

3 Step mudah TIAP HARI scrap artwork kali ini > de”light”full 

  1. 01. Ambil i phone, Pk aplikasi sosoc alite, matiin lampu kamar,idupin tv, setting aplikasi jd 9 shoot. Gerak2in hp smp 9 take
  2. 02. transfer foto ke photoshop, mulai dgn pk pen tool, set brush di faux arp, tulis semaunya, add effect blur, tumpuk layer
  3. 03. ambil quote lagu yang anda senangi. itu saja…dan voila *nunjukin komputer sambil busungin dada ky farah quinn 

saya pake hastag 

kalau-kalau ada yang mau follow 

*blushing

*fakirfollower

SELAMAT MENCOBA! :)

Hai. Apa kabar

Hai. Apa kabar

(via vintagevalenti)

Girlfriend in a coma by ~TIAPHARIdesign

Girlfriend in a coma _ the smiths tiaphari scrap artwork is on . Want some?email : igasanislarasati@gmail.com

Girlfriend in a coma by ~TIAPHARIdesign

Girlfriend in a coma _ the smiths tiaphari scrap artwork is on :). Want some?

email : igasanislarasati@gmail.com

Induk semang TIAP HARI design | full time inhouse & event di meja provider | kuli gambar di email igasanislarasati@gmail.com | http://tiapharidesign.deviantart.com/